Selasa, 29 Maret 2016

Jangan Takut Dengan Kista


saya tidak takut kista

Setiap perempuan bun, pasti akan takut atau keder bila mengetahui kista atau takut dirinya terkena kista. Penyakit yang menakutkan ini dapat tumbuh dan berkembang menjadi kanker bila tidak diberikan atensi dan bila sifatnya mematikan. 

Kista ovarium  sebenarnya bukanlah hal yang berbahaya, namun bisa sangat mengganggu kesehatan dan kesuburan terlebih yang sedang melakukan program kehamilan. 

Ketahui Secepat Mungkin


Kista ovarium merupakan sebuah benjolan yang mengandung cairan yang tumbuh tanpa kontrol pada ovarium perempuan. Hal ini sebenarnya tergolong hal yang umum pada wanita. Dan karena umumnya hal ini tidak berbahaya, atau bahkan bisa hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.


Kista ini bun, sulit dideteksi karena memang bisa muncul tanpa gejala, dan apabila gejala sudah muncul, biasanya kista ini sudah berkembang menjadi lebih besar dan mengganggu. Pengobatan kista perlu segera dilakukan bila mengetahui hal ini.
 

Gejala dan Tanda Kista Ovarium


Pada kasus kebanyakan, umumnya kita tidak tahu apakah kita menderita kista atau tidak didalam tubuh kita lho bun, karena memang kista ini bisa hadir tanpa gejala sama sekali. Tapi bila bunda merasakan gejalanya, biasanya hal ini karena kistanya telah membesar, atau pecah dan mengganggu aliran darah ke indung telur.


Nha, berikut ini tanda tanda kista ovarium yang bisa anda rasakan.
  • Sering Pipis
  • Sakit saat BAB
  • Sering merasa lelah dan pening
  • Perut kembung.
  • Siklus menstruasi yang berubah ubah.
  • Sering merasa mual dan terasa sakit pada payudara.
  • Sering merasa kenyang padahal makan sedikit.
  • Nyeri panggul saat melakukan hubungan badan atau menstruasi.
  • Nyeri panggul yang merata sampai ke bawah punggung dan paha.

 

Periksa ke Dokter


Jika gejala telah diketahui dan bunda merasakan salah satu atau lebih dari tanda diatas, ada baiknya segera anda cek kesehatan anda ke dokter untuk deteksi dini. Dokter nantinya dapat memastikan apakah anda menderita kista atau tidak lewat pemeriksaan lengkap.

Namun sebelum ke dokter, ada baiknya anda mempersiapkan hal hal yang memang perlu anda siapkan sebelumnya.

Kenali Gejala Gejalanya


JIka bunda merasakan tanda tanda diatas, segera catat tanda tanda tersebut, lalu konsultasikan ke dokter. Dokter akan lebih mudah mendiagnosa bila anda membantu mereka untuk mengenali gejala gejalanya. 

Siapkan Pertanyaan Anda


Siapkan pertanyaan yang ingin anda tanyakan kepada dokter, dan segera tanyakan begitu anda berkonsultasi dengannya. Misalnya apa sebabnya, gejala yang mungkin timbul, efek samping, kaitannya dengan kesuburan, apakah bisa hilang sendiri, dll.

Catat Setiap Obat Yang Diberikan


Bila anda diberikan resep oleh dokter, segera ambil dan konsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Biasanya dokter akan meminta anda untuk menghabiskannya. Lakukan hal itu.

Jangan Lupa Ajak Anggota Keluarga Untuk Menemani

Hal ini berguna bila anda lupa dan bisa diingatkan oleh salah satu anggota keluarga, entah itu ibu atau suami / istri.

Sebelum anda keluar dan menyelesaikan konsultasi, pastikan anda telah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan anda yang harus anda tanyakan. Jangan merasa sungkan untuk bertanya, karena itu adalah hak anda untuk mendapatkan informasi selengkap lengkapnya. 

Setelah konsultsi, anda harus melakukan pemeriksaan fisik yaitu pemeriksaan pada panggul anda. Dokter juga akan mengecek setiap organ reproduksi anda mulai dari vagina, rongga perut, rahim dll menggunakan alat speculum, untuk melihat saluran reproduksi. 

Bila kista berukuran cukup besar, maka kista dapat diketahui pada saat melakukan pemeriksaan ini.

Pemeriksaan Pap Smear


Bagi wanita dewasa yang seksualitasnya telah aktif, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear setidaknya tiga tahun sekali. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencegah terkena kanker servik.

Pemeriksaan panggul biasanya juga dilakukan sebelum melakukan pap smear, dan kista secara tidak sengaja terkadang ditemukan saat memeriksa panggul.

 

Melakukan Tes Kesehatan


Saat anda melakukan test panggul dan merasakan gejala tertentu seperti ada benjolan atau tidak, hal ini dapat dipastikan dengan menggunakan test medis dibawah ini :

 
usg untuk melihat kista

USG atau Ultrasonografi


Cara ini digunakan untuk melihat keberadaan kista ovarium dan mengetahui seberapa besar ukurannya. Selama pemeriksaan ini, dokter bakal memasukkan alat USG pada perut anda dan rongga perut serta panggul, untuk bisa melihat nya dilayar monitor yang bisa dilihat bersama.

Test Darah


Pada setiap pemeriksaan kesehatan, test darah juga adalah sebuah hal yang umum dilakukan dan termasuk wajib. Test darah akan dilakukan dokter bila hasil USG memperlihatkan bahwa kista yang anda miliki termasuk besar dan padat, atau memiliki resiko berkembang menjadi kanker ovarium.

Lewat test ini, akan menguji kadar protein yang sering disebut kanker antigen 125 (CA-125) pada darah Anda. Alasannya karena kadar CA-125 bisa meningkat pada wanita yang menderita kanker ovarium. 

Namun tidak semua peningkatan CA-125 disebabkan oleh kanker ovarium. Terdapat kemungkinan disebabkan oleh penyakit radang panggul, endometriosis, atau fibroid rahim. Oleh karena itu, kesimpulan seseorang menderita kanker ovarium tidak bisa berdasarkan kadar CA-125nya saja.

Laparoskopi. 


Dengan sebuah sayatan kecil, dokter akan memasukkan sebuah alat keci berbentuk selang yang pada ujungnya dilengkapi dengan kamera. Sebelum metode ini dilakukan, anda akan dibius. Dengan proses ini, dokter bisa melihat langsung, rongga panggul dan organ reproduksi secara live untuk melihat keabnormalan yang ada.

Sebenarnya, tidak setiap penderita kista perlu penanganan medis. Ada juga sejenis kista yang disebut dengan kista fungsional, yang berkaitan dengan siklus menstruasi dan biasanya tidak berbahaya. 

Kista ini biasanya akan hilang dengan sendirinya, dalam beberapa bulan atau beberapa siklus menstruasi. Dengan melakukan pemeriksaan lengkap, dokter dapat mengetahui apakah kista yang anda alami dapat beresiko berkembang menjadi kanker. 

Pada dasarnya, kista harus segera ditindaklanjuti apabila ukurannya memang besar, dan gejalanya mengganggu peneritanya, atau memang beresiko menjadi kanker.

Resiko Kanker Indung Telur


Kista indung telur biasanya tidak berbahaya terutama bila ditangani pada awal perkembangan. Tapi kista dapat beresiko menjadi kanker, terutama bila penderita memiliki karakteristik dibawah ini : 

  • Telah melewati menopause.
  • Berumur berkisar 50-60 tahun
  • Menuruni gen mutasi BRCA1 dan BRCA2.
  • Menuruni keluarga dengan riwayat penyakit kanker indung telur
  • Memiliki kanker payudara.
  • Pernah menjalani terapi hormon setelah menopause.
  • Merokok.
  • Menderita sindrom ovarium polikistik.
  • Pernah mengkonsumsi obat penyubur
  • Masih Perawan.

Jika anda merasa khawatir terkena kista ovarium, ada baiknya anda melakukan pemeriksaan ke dokter, karena deteksi dini jauh lebih baik dari pada mengobati setelah menjadi parah.

Dengan penanganan secara dini, akan mencegah komplikasi yang berujung pada penyakit degeneratif lain di kemudian hari. 

So, jangan takut lagi dengan kista ya bun ;)