Jumat, 06 Mei 2016

Ini Perbedaan Kista dan Miom

Meskipun secara sekilas keduanya serupa dan sama bun, tapi keduanya merupakan hal yang berbeda dan berbeda pula cara mengatasinya.

Meski saat ini belum ada data masuk yang akurat dan pasti tentang jumlah penderita miom dan kista di Indonesia, tapi berkat kesadaran dari masyarakat yang semakin tinggi, serta didukung oleh canggihnya alat kedokteran saat ini, lebih banyak penderita miom dan kista dapat terdiagnosa dengan lebih cepat, terutama miom dan kista yang ada di area reproduksi.

Sedikit banyak, miom dan kista mengganggu program kehamilan anda, oleh karena itu bila anda sedang merencanakan program kehamilan, kunjungi http://www.programkehamilan.net untuk panduannya.

Nha, bila sampai saat ini anda masih bingung mengenai perbedaan keduanya antara miom dan kista, maka berikut ini perbedaan yang jelas antara keduanya :



Kista
Miom
Definisi
Kista adalah sebuah tumor jinak yang terbungkus semacam jaringan dan umumnya berisi cairan.
Miom adalah jaringan otot rahim yang berubah menjadi tumor jinak, atau lebih sering dikatakan sebabagai daging yang tumbuh di rahim.
Lokasi
  • Biasa terdapat di rahim, saluran telur, indung telur, dan juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan).
  • Bisa juga terjadi di bagian tubuh lain seperti gusi.

  • Sebagian besar miom tu7mbuh di dinding rahim atau endometrium dan gejala yang diberikan biasanya tidak terlalu berat dan jarang mengganggu kehamilan.
Miom ada pula yang tumbuh di leher rahim dan dapat menyebabkan ketidaksuburan karena mengganggu perjalanan sperma.
Gejala
  • Nyeri di perut bagian bawah.
  • Nyeri saat haid.
  • Sering merasa ingin buang air besar atau kecil.
  • Pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut.
Catatan: ada jenis kista yang tidak memberikan rasa nyeri, sehingga penderita tidak menyadarinya.
  • Nyeri di perut bagian bawah, atau di sekitar pinggul.
  • Nyeri saat sanggama.
  • Gangguan haid, sepertinyeri saat haid, perdarahan haid sangat banyak, dan haid tak beraturan (sering haid).
  • Perut terasa penuh.
  • Sebagian wanita kadang mengeluhkan frekuensi buang air kecil yang tinggi (ingin pipis terus).
Penyebab
Sampai sekarang belum diketahui pasti, sehingga belum bisa dicari cara pencegahannya. Tetapi diduga, kista disebabkan pencermaran oleh bahan-bahan yang bersifat karsinogenik, misalnya zat kimia.
  • Faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan. Miom biasanya menyusut setelah menopause ketika kadar estrogen menurun.
  • Faktor-faktor lain seperti ketidakseimbangan emosi, misalnya sering stres, daya tahan tubuh rendah, dan gaya hidup yang tidak seimbang.
Penanganan
Tergantung jenis kistanya.
  • Kistanon-neoplastik. Sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2-3 bulan.
  • Kistaneoplastik ditangani melalui operasi. Relatif mudah diangkat dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya
Dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
  • Miomektomi: yaitu operasi pengangkatan miom tanpa mengorbankan rahim.
  • Histerektomi: yakni pengangkatan miom bersamaan dengan ra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar